Tahapan Taaruf


Home » ARTIKEL PRA-NIKAH » Tahapan Taaruf

Halaman ini akan menjelaskan gambaran mengenai proses/ tahapan taaruf. Semoga dapat membantu memberikan langkah jelas sebelum memulai proses taaruf tersebut.

Tahapan Taaruf 1: Persiapan

Taaruf bukan proses asal-asalan yang bisa seenaknya dilakukan, untuk hasil yang optimal dan berkah. Maka persiapkanlah hal-hal kecil yang berkaitan dengan taaruf. Salah satunya adalah silahkan cermati tahapan taaruf yang pertama ini.

Memantaskan Diri

Siapa sih yang tidak ingin mendapat pasangan berkualitas? tentu saja semua ingin. Namun, apakah orang-orang berkualitas itu mau menerima kita begitu saja? tentu saja tida. Maka dari itu untuk menambah kualitas diri mulailah memantaskan diri kamu sendiri dengan menambah ilmu, keimanan dan kualitas diri lainnya. Bisa dengan mengikuti kelas online pra-nikah, membaca literatur dan artikel psikologi tentang hubungan, atau bisa juga dengan mengikuti majelis atau kajian-kajian yang menambah keimanan.

Memantapkan Diri

Pantas saja tidak cukup, kemantapan dan kematangan diri juga sangat penting dalam proses taaruf ini. Salah satu cara agar dapat mencapai proses kemantapan diri adalah dengan membangun pondasi yang kuat tentang pernikahan. Menentukan visi dan misi yang akan dijalani dalam pernikahan, menyusun kriteria calon pasangan yang sesuai dengan visi-misi kamu. Hal tersebut akan sangat memudahkan kamu dalam memilih calon pasangan hidup yang sesuai.

Membuat CV

Tuangkan profil diri kamu dalam bentuk tulisan, baik dari nama, tanggal lahir, visi misi, hobby, kelebihan, kekurangan, dan tentu saja pasangan yang kamu harapkan. Jika memang belum ada kesempatan bertemu jodoh, setidaknya kamu sudah punya persiapan yang matang apabila suatu hari ada seseorang yang mengajakmu ber-taaruf.

Apabila kamu bingung cara untuk membuat sebuah profil atau CV, maka kamu bisa menggunakan formulir CV kami sebagai acuan untuk membuat CV kamu sendiri.

Tahapan Taaruf 2: Pelaksanaan

Persiapan sudah dilakukan, sekarang ikhtiar nyata yaitu melaksanakan niat yang sudah penuh.

Mencari Perantara / Mediator

Sudah membuat profil atau CV dan sudah yakin ingin mencari pasangan hidup, kamu bisa mendaftarkan diri kamu di website kami untuk memposting biodata kamu. Untuk mendaftar keanggotaan kami, silahkan klik saja tombol di bawah ini

Mencari Calon

Biodata dari orang-orang yang sudah mendaftar sebagai member akan ditampilan di website kami. Untuk kamu yang ingin melakukan pencarian pasangan, silahkan cek daftar anggota kami. Berikut adalah anggota kami yang sudah mendaftarkan dirinya dan siap menjalani langkah serius:

Bertukar Biodata (CV) Via Email dan Tanya Jawab

Tukar CV

Apabila Kamu sudah melihat member anggota dan ingin melakukan taaruf dengan salah satunya, maka silahkan kirimkan CV Kamu melalui email yang sudah disediakan oleh masing-masing anggota tersebut.

Pastikan CV kamu diisi dengan lengkap dan serius, karena kualitas CV kamu akan sangat memengaruhi keputusan calon kamu.

Komunikasi

Dalam tahapan taaruf ini, tunggulah hingga Kamu mendapat jawaban dari anggota yang bersangkutan. Lalu setelah itu bisa menanyakan hal-hal penting lainnya seperti membuat janji untuk melakukan langkah berikutnya. 

Apabila tidak ada balasan dari orang tersebut, maka silahkan hubungi Admin kami. Akan kami bantu kirimkan CV kamu langsung ke Whatsapp yang bersangkutan.

Tahapan Taaruf dengan Keluarga

Setelah terjalin komunikasi, maka langkah berikutnya adalah mencoba mencari informasi lebih lengkap mengenai calon kamu langsung pada keluarga masing-masing pihak. Berkenalan, dan membangun komunikasi yang baik dengan pihak keluarga. Bagian ini adalah bagian yang sangat penting dalam proses taaruf, biasanya proses yang baik akan sangat memengaruhi keputusan keluarga.

Tatap Muka Langsung / Video Call (Nadhor)

Jika dalam tahapan taaruf ini sudah terjadi komunikasi antara kedua belah keluarga. Maka silahkan melakukan langkah berikutnya yaitu bertemu baik dengan online (video call) atau dengan tatap muka langsung.

Jangan lupa, sertakan gunakan mediator untuk proses ini. Sangat tidak disarankan melakukan taaruf tanpa mediator.

Untuk mediator ini sebenarnya tidak ada kriteria khusus, bisa dari kyai, seorang ustad, sahabat yang dipercaya ataupun pihak yang dinilai bisa adil, terpercaya serta objektif dalam memberikan penilaian. Bisa juga anggota keluarga yang menjadi seorang mediator seperti Ayah, Ibu, Kakak Kandung, dan Paman sebagainya.

Apakah bisa menggunakan mediator dari kami? Oh bisa… dengan senang hati kami akan membantu. Hubungi kami di halaman kontak.

Tujuan menggunakan mediator tentu saja untuk menjaga proses taaruf tetap sesuai dengan syariat.

Tahapan Taaruf Pengambilan Keputusan

Apabila semua tahapan taaruf tersebut sudah terlaksana, maka tiba saatnya untuk menentukan keputusan apakah proses taaruf akan berlanjut atau tidak. Ada dua kemungkinan jawaban yang akan didapat, yaitu Lanjut atau Tidak. Berikut gambaran setelah keputusan diambil:

A. Jika Cocok dan Diterima

Apabila kedua belah pihak saling menerima dan sepakat untuk melanjutkan proses taaruf, maka ada langkah berikutnya yang perlu dilakukan, yaitu:

  1. Khitbah
    Pengertian Khitbah secara bahasa berarti meminang atau melamar, bisa juga diartikan dengan meminta wanita dijadikan istri (bagi pria itu sendiri atau untuk orang lain yang ia wakilkan).
    Sedangkan secara istilah, peminangan dapat dikatakan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan dengan tujuan kearah perjodohan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan.
  2. Nikah
    Setelah khitbah dilakukan dan waktu disepakati, tinggal proses akad nikah. Dengan adanya proses ini, masing-masing calon dinikahkan secara resmi menjadi suami dan istri.
    Itulah sekilas mengenai tahapan taaruf.
  3. Konfirmasi ke Admin
    Apabila proses tersebut lancar hingga ke pernikahan, maka diharapkan untuk konfirmasi ke admin kami. Tujuannya agar profil atau CV yang sudah terbit dapat dihapus.

B. Jika Tidak Berhasil (Tidak Cocok)

Apabila tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak karena ketidakcocokan sehingga keputusannya proses taaruf tersebut harus dihentikan. Maka silahkan komunikasikan kepada yang bersangkutan dengan cara yang baik dan terbuka, sehingga tidak menjadi permasalahan suatu hari.

Untuk yang tidak diterima, maka sebaiknya diterima dengan lapang dada. Insha Allah digantikan dengan yang lebih baik lagi.. aamiin.

Demikian tulisan mengenai tahapan taaruf ini dibuat. Semoga dapat membantu memberikan gambaran singkat mengenai proses taaruf.

Sumber gambar: freepik.com